lampiran/admmd-23-hasilsurveydosendantendik2020.pdf
2448 

SANTUNAN ANAK YATIM DI MASJID DARUSSALAM DUKUH GIBING DESA KARANGSARI KECAMATAN CLUWAK KABUPATEN PATI

Ditulis oleh :

Alfina Indah Dwiyanti (1840310100)

 

 

A. PENGERTIAN ANAK YATIM

Kata yatim adalah bentuk jamak dari kata yatama. Secara bahasa yatim, berasal dari akar kata yatama yang mempunyai persamaan kata al-fard atau al-infirad yang artinya kesendirian. Dikatakan pula, kata yatim berasal dari bentuk yatama-yatimu yang berarti lemah, letih, terlepas. Sedangkan bentuk masdarnya yatmun adalah sedih, duka. Ada pula yatim ialah yang tunggal dari segala sesuatu. Jadi yatim secara bahasa berarti kesendirian, kelemahan, berduka, dan membutuhkan. Menurut Istilah, anak yatim adalah anak dibawah umur yang kehilangan ayahnya, yang bertanggungjawab atas kehidupan dan pendidikanya.

Jadi yang dimaksud anak yatim bukan hanya anak yang telah kehilangan ayahnya saja, akan tetapi termasuk anak-anak terlantar dan juga anak-anak yang tidak mengetahui tentang nasabnya, karena mereka sama-sama merasakan berat dan deritanya kehidupan. Dari fakta sosial, definisinya secara bahasa serta pandangan ulama fikih inilah yang berpendapat bahwa memasukkan anak terlantar dan anak-anak yang tidak diketahui siapa orang tuanya ke dalam golongan anak yatim adalah lebih utama, karena mereka sama-sama merasakan kehilangan. Begitu pula fatwa yang menegaskan bahwa anak-anak yang tidak diketahui orang tuanya, hukumnya adalah sama dengan anak yatim, karena mereka juga kehilangan orang tua.

 

B. KEUTAMAAN MENYANTUNI / MEMELIHARA ANAK YATIM

Memelihara anak yatim merupakan perbuatan terpuji dan dimuliakan dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad Saw. sendiri merupakan Rasul yang hidupnya dilahirkan sebagai anak yatim, dan itu menjadi panutan sekaligus suri tauladan bagi umat manusia. Dalam hal ini, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memelihara anak yatim dan memperlakukan anak yatim dengan baik. Raslullah bersabda:

“Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Dikutip dari buku ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ karya M. Khallurrahman Al Mahfani, begini keutamaan-keutamaan mencintai anak yatim:

1. Meraih Peluang Dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga berdekatan dengan Rasulullah SAW. 

Siapa yang tak mau berdekatan dengan Rasulullah? Dimana kedekatannya seperti jari telunjuk dengan jari tengah. Begitu dekatnya. MasyaAllah.

“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

2. Pemelihara Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Jika mereka, para pemelihara anak yatim tidak bisa menjadi teman Rasulullah di surga karena suatu hal tertentu, namun ia akan tetap dijamin masuk surga.

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

3. Diberi Gelar Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Ketahuilah, menyantuni anak yatim dan memberi makan mereka beserta orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

 

4. Allah Beri Pertolongan

Menolong anak-anak yatim dengan berbagai langkah kepedulian nyata, menjadi ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557).

5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat yang Pedih

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).

6. Ladang Amal Shalih untuk di Akhirat Kelak

Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

7. Meraih Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

Memelihara dan memuliakan anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). 

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut ini:

“Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).

Dengan memuliakan anak yatim, InsyaAllah kita akan diberikan keutamaan-keutamaan besar, antara lain dekat dengan Rasulullah di surga, melunakkan hati yang keras, terpenuhinya kebutuhan hidup, dan memperoleh perlindungan di hari kiamat. Wallahu a’lam.

 

C. KEGIATAN SANTUNAN ANAK YATIM DI DUKUH GIBING DESA KARANGSARI KECATAMAN CLUWAK KABUPATEN PATI

Bagi orang islam, bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dan termasuk  salah satu bulan yang penuh momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru.  Banyak amalan-amalan soleh yang memiliki nilai pahala tinggi yang bisa dilakukan di  bulan Muharram. Yang paling familiar terdengar di telinga kita tentunya adalah amalan  puasa Tasua dan Asyura di tanggal 9 dan 10 Muharram. Namun tak hanya itu saja amalan  yang bisa dilakukan di bulan Muharram. Amalan yang tak kalah penting dilakukan adalah menyantuni anak yatim.

Kegiatan santunan Anak Yatim yang dilakukan setiap tahun oleh pengurus Masjid Darussalam dan para warga dukuh gibing Desa Karangsari memang menuai hasil yang sangat memuaskan, pasalnya dari tahun ke tahun para warga masyarakat yang mempunyai rezeki lebih ikut serta menjadi donatur untuk memberikan sedikit rezekinya kepada anak yatim yang memang sangat membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhannya.

Santunan anak yatim yang dilaksanakan di dukuh gibing ini tidak hanya berasal dari dukuh gibing saja melainkan dari beberapa dukuh yang ada di desa Karangsari. Ada kurang lebih 15 anak yatim yang hadir untuk diberikan santunan, para donatur dapat juga ikut untuk membagikan rezekinya langsung bergiliran memutari anak yatim atau dapat dititipkan kepada panitia jika memang berhalangan hadir. Warga desa juga saling bergotong-royong untuk membawa makanan yang selanjutnya akan dijadikan hidangan untuk para warga yang hadir mengikuti acara santunan anak yatim tersebut. Di acara ini juga dihadiri oleh Kyai Wahid selaku Pengisi acara santunan yang memberikan Mauidhoh Hasanah disetiap acara santunan anak yatim setiap tahunnya.

 

Santunan anak yatim yang dilakukan di dukuh gibing ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada anak-anak yang telah ditinggalkan oleh orang tuanya dan juga para donatur akan diganti dengan rezeki yang lebih dari apa yang diberikan, karena memang kita sebagai umat muslim diharuskan untuk menyayangi anak yatim dan tidak menghardiknya. Diharapkan pula dengan adanya kegiatan santunan anak yatim yang sudah di laksanakan baru-baru saja melainkan sudah bertahun-tahun tidak hilang begitu saja, yang mana kegiatan santunan anak yatim ini tidak hanya berguna untuk anak yatim saja tetapi juga untuk masyarakat sekitar agar dapat menjalin tali persaudaraan antar umat.




Agenda Kegiatan
  • MAKRAB MAHASISWA MANAJEMEN DAKWAH

    +

    Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakw

Video

Back to Top